[TRANSLATION] [IDN] PSP 1800 Vol.02 Shou (Alice Nine) x Takeru (SuG)
Dua orang yang sama sekali beda tipe….
—Ini adalah proyek obrolan bebas yg diberikan selama 30 menit. Vol.1 yaitu Ruki (the GazettE) dan Shou (Alice Nine) yang waktu itu Shou terlihat grogi karena itu obrolan pertama dengan senior.
[Shou] Waktu itu, ya :D Tidak, ternyata grogi lho. Karena dia senior.
[Takeru] Iya, ya. Aku sungguh mengidolakan RUKI-san, orang yang ingin aku ajak ngobrol kalau bertemu tapi, menakutkan tidak?
[Shou] Tidak, dia sangat terbuka, dan orang yg sungguh baik. Walaupun aku yang seorang junior berbicara seperti ini, benar-benar orang yang memiliki sikap manis. Ternyata walaupun dibesarkan dalam struktur kehidupan sosial secara vertikal, itu adalah hal yang tidak kubanggakan.
[Takeru] Iya. Begitu ya. Aku mengerti.
—Walaupun ada di kantor yg sama, tapi kesempatan bertemu hampir tidak ada, ya.
[Shou] Tidak ada, ya. Walaupun terlibat dalam ivent yang sama, tapi karena tidak ada waktu untuk mengobrol, ya.
—Dengan kata lain, ini adalah kesempatan bagi Shou-kun mengobrol dengan Takeru-kun.
[Takeru] Terima kasih! Aku senang!
[Shou] Aku juga. Menurutku, kau adalah orang yang sepertinya menarik. Selalu, aku berpikir mencoba untuk mengobrol dengan selayaknya. Satu kali di majalah, walaupun pernah ngobrol bertiga bersama dengan Shin (ViViD), aku tidak mengenal Takeru lebih dari itu. Aku pikir, ingin mengenalnya lebih dalam.
[Takeru] Tapi, di kantor hanya bisa menerima ajakan makan dan bersama-sama makan di luar dari senior, Shou-san!
[Shou] Ah, memang begitu ya. Aku yang dulu, kalau diundang, aku pasti akan datang :D Tapi, karena masih banyak bagian yang masih asing, hari ini aku ingin berbicara pelan-pelan.
[Takeru] Tentu saja! Mohon bantuannya!
[Shou] Aku ini suka dengan sejarah. Takeru itu kalau dimisalkan sebagai manusia sejarah, aku pikir sama tidak ya seperti Oda Nobunaga. Kalau 項羽 (dibaca: *Kou’u) dan 劉邦 (dibaca: *Ryuuhou), Takeru itu akan menarik mundur bawahannya secara paksa, kira-kira tipe yg memiliki kemampuan setingkat dengan Kao’u tidak ya. Kalau Ryuuhou, tidak memiliki kemampuan, tapi dia tipe yang dikaruniai oleh bawahan, ya. Karena aku sendiri berpikiran bahwa aku ini tipe orang yg terakhir kusebutkan tadi.  Walaupun aku berpikir, mungkinkah antara aku dan Takeru itu memiliki sifat yang sama sekali berlawanan. Bagaimana? Aku ini tipe yang melihat dulu pergerakan lawan bicara, tapi Takeru itu memiliki karisma, dan juga mungkin tipe yang dominan.
*Kou’u: (dalam bahasa Cina: Xiang Yu) (232SM-202SM) Tokoh pada masa dinasti Qin yg sangat pandai dalam strategi perang.
*Ryuuhou: (dalam bahasa Cina: Liu Bang (Hanzi)) (247SM-195SM) adalah pendiri dan kaisar pertama Dinasti Han, memerintah cina dari 202 SM hingga 195 SM.
Sumber: wikipedia
[Takeru] Bagaimana, ya? Aku sendiri juga kurang mengerti, tetapi aku pikir secara intuisi lebih dari sekedar manusia, ya. Karena aku terlalu bodoh dalam cara mengungkapkan sesuatu, pada akhirnya bisa dibilang aku menunjukkan diriku. Seperti itu rasanya.
[Shou] Aku sendiri dulu pintar dalam hal mengungkapkan sesuatu, ya. Waktu masih kecil, aku terlalu banyak bertanya tentang raut wajah orang, ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan pintar, ya. Karena itu, aku selalu berpikir “bagaimana cara mengungkapkan perasaan ini?”, aku banyak membaca buku, lho. Itu juga, walaupun aku ingin mengungkapkan pemikiranku pada lawan bicara dengan cara yang pintar.
[Takeshi] Begitu, ya. Aku disebut tidak begitu pintar untuk mengungkapkan, atau disebut tidak mengungkapkan. Tapi, kalau melihat dari lirik lagu, baik Shou-san dan aku itu, cara menangkap sesuatu maupun cara mengekspresikan itu benar-benar berbeda, ya. Kalau lirik Shou-san itu, benar-benar seperti luar angkasa, banyak yg memiliki inti cerita bahwa itu bukan berada di dunia nyata, kan. Tapi, kalau aku lebih pada yang disebut kenyataan. Tadi, walaupun menyebutkan mengenai sifat yang berlawanan, kemungkinan, bahkan di kantor ini pun kami band yg tipenya berbeda, ya. Tipe band memang sangat berbeda-beda, tetapi lirik lagu RUKI-san itu realistik, kan. Pada prakteknya, banyak juga lirik yg ditulis langsung berdasarkan pada hal yang telah terjadi. Bagiku, walaupun banyak hal yg ingin kutulis yang dekat dengan perasaanku, tetapi lirik yang ditulis Shou-san itu hal yang tidak bisa kutulis, dan aku merasa itu hal yang berbeda dengan kepekaanku. Aku berpikir, Alice Nine cocok dengan lirik seperti itu. Dibilang liriknya tidak terlalu banyak deskripsi. Lagu Alice Nine itu, kalau dimisalkan sebagai film menurutku terlihat seperti film Perancis. Walaupun tidak bisa melihat seluruhnya, bisa dibilang dapat dilihat dari fragmentnya.
[Shou] Begitu, ya. Mungkin seperti itu, ya. Di luar dugaan kamu dapat melihatnya ya, tentang kita :D
[Takeru] Aku melihatnya lho! Karena setiap kali ada rilisan baru, aku selalu mendengarkannya! Aku ini selalu mendengarkan lagu dari senior di kantor ataupun lagu dari junior, lho. Aku juga melihat music video (MV) dari semua band.
[Shou] Takeru itu rakus dalam banyak hal, ya.
[Takeru] Tidak, itu menakutkan. Kalau tidak memasang antena, tidak akan bisa menangkap apapun. Takut. Aku ini pengecut.
[Shou] Pengecut, ya?
[Takeru] Iya. Sangat.
—Walaupun kalau dilihat dari dekat tidak terlihat seperti itu, ya. Tapi, di luar dugaan seperti itu, ya.
[Takeru] Iya. Sangat :D Tapi, agar kepengecutan tidak terlihat, aku selalu berusaha menampakkan wibawa karena untuk menunjukkan kepercayaan diri :D
[Shou] Begitu. Hebat, ya.
[Takeru] Di dalam diriku selalu, “dalam one man ini, aku ingin membawa diriku sampai sini” atau “dalam single ini, aku ingin membawa diriku sampai sini” itu yang aku tandai, menghadapi hal itu bisa berusaha tetapi, aku tidak bisa mencapai tanda itu satu kali pun. Karena itu aku berpikir untuk bisa melanjutkan nge-band. Sekarang aku mendapat perkataan ‘rakus’, aku pikir pengecut juga ada. Selalu, “kalau begini baik tidak, ya?” “bagaimana caranya pergi sampai sini, ya?” dan yang kupikirkan adalah, “sudah pergi sampai sini kalau tidak seperti ini tidak boleh, ya” “kalau tidak tuntas tidak bisa sampai ke sana, bagaimana ya … …” itu kepengecutan yang ada, tetapi aku pikir ada juga bagian yang terlihat sebagai kerakusan.
[Shou] Benar begitu, ya. Bagiku, ‘orang yang dapat berjalan sendiri itu, bagaimana dia bersuara di dalam dunia ini?’ yang seperti itu disebut karena menjalani band itu seperti mencoba. Walaupun tidak terasa seperti Takeru, sikap seperti Takeru ini sangat bisa kuhormati, lho. Karena dalam diriku tidak memiliki hal itu.
[Takeru] Tapi, karena manusia, walaupun dibilang berlebihan berpikir, ya… … Ini juga dalam sifat … ….
Pernjanjian di luar dugaan yang … …
—Dari Takeru, Shou-kun itu terlihat bagaimana?
[Takeru] Kalau bukan pandangan dari sebagai junior, tetapi perkataan dari pendengar boleh tidak? Kalau ada yang tidak berkenan, aku minta maaf.
[Shou] Tidak tidak, tidak apa-apa kok :D
[Takeru] Shou-san, dalam pengandaian tadi, “tidak memiliki kemampuan, tetapi tipe yang dikaruniai oleh bawahan” tadi bilang tentang hal ini, tapi dari pandanganku, Shou-san itu masif dan kesannya menjaga band. Di sini, akhir-akhir ini, dulu bahkan sebelumnya hal itu sungguh kuat terasa. Aku pertama kali mendengarkan Alice Nine itu waktu “Kasou Musou Shi” (mini album yang rilis Novenber 2005). Waktu itu, aku datang ke toko CD, mendengarkan cuplikan lagunya, lalu membelinya.
[Shou] Ah, terima kasih :D
[Takeru] Ahahaha. Tidak tidak, aku juga telah merepotkan :D Waktu itu, tentu saja komposisi lagu, secara netral, memiliki ketertarikan pada konsep perpaduan antara style Barat dan style Jepang. Sejak saat itu, walaupun warna dari bandnya berubah, aku berpikir bahwa itu menarik. Dilihat-lihat, benar-benar dapat menjadi stimulus, ya. Aku, walaupun berpikir band itu seperti makhluk hidup, ‘ternyata memang band yang hidup, ya’ itu yang kupikirkan. Di dalamnya, Shou-san itu melihat band secara keseluruhan, masif dan tampaknya sedang menangani rencana. Yang seperti itu, maaf, aku sudah mengatakan hal yang tidak sopan.
[Shou] Tidak tidak, aku benar-benar senang kok. Hanya saja aku tidak berpikir sampai mendapat lebih dari kata pujian, aku senang mendengar pendapat yang jujur kok. Ngomong-ngomong soal ini, kali sebelumnya, aku,  walaupun secara keseluruhan telah dikalahkan oleh pujian tentang the GazettE-san :D Tapi, aku berkata sesuai dengan pemikiranku yang sebenarnya mengenai the GazettE-san. Walaupun kalau memberikan pujian langsung di depan orangnya secara langsung itu memalukan, karena kupikir the GazettE-san itu memang band yang juga sangat keren, walaupun sudah kukatakan, ya. Aku juga bukan orang yang bisa berbohong. Karena kalau menurutku itu memang tidak keren, aku tidak akan mengatakan itu keren. Itu bukanlah kebohongan. Karena dalam kata-kata Takeru, tidak ada kebohongan, bagus ya. Aku pikir keterus-terangan Takeru yang seperti itu hebat lho.
[Takeru] Terima kasih. Terlalu berterus-terang, walaupun sering diserang :D Juga pernah menggunakan cara bicara yang seakan-akan membuat orang lain gelisah… … Sepertinya aku tidak pintar mengungkapkannya.
[Shou] Karena tingkatan keterus-terangan itu berbenturan dengan orang, juga menjadi target serangan, ya. Dari situ saja, kalau yang lain melihat tentang Takeru, menurutku ada juga buktinya. Karena itu hal yang baik lho. Bagiku, karena terasa licin seperti belut, jadi tidak pernah menerima serangan, ya :D
[Takeru] Ahahaha. Begitu ya :D Terima kasih. Aku senang bisa mendapatkan kata-kata yang lembut. Tadi, Shou-san mengatakan kalau sejak dulu sering membaca buku. Buku seperti apa yang Shou-san baca?
[Shou] Seperti Agatha Christie dan mungkin masih banyak lagi. Disebut lari dari dunia nyata. Aku suka dengan dunia liar. Lalu, aku mungkin juga sering membaca *Edogawa Ranpo juga *Miyazawa Kenji. Aku suka hal-hal abstrak. Aku juga suka misteri ataupun fantasi.
*Edogawa Ranpo adalah sastrawan Jepang yg banyak mengarang tentang novel detektif (1894-1965)
*Miyazawa Kenji (1896-1933) adalah sastrawan Jepang dalam bidang puisi dan literatur untuk anak-anak.
[Takeru] Aku sangat bisa mengerti kesukaan pada Agatha Christie ataupun Edogawa Ranpo. Aku juga sangat menyukai Edogawa Ranpo.
[Shou] Begitu ya. E, eh? Dengan kata lain, aku yang hari ini tidak begitu berusaha mendobrak dari dalam, ya :D
—Itu karena hari ini, tanpa mendobrak pun sudah tidak keras (LOL). Pada dialog sebelumnya, aku bertemu dengan RUKI, “Berikutnya Shou-kun dan Takeru, kan? Beritahu ya, bagaimana Shou-kun setelahnya (LOL)!” berkata begitu dengan penuh minat, lho (LOL)
[Shou] Tidak tidak, yang itu ternyata, ya :D Dengan RUKI-san yang seperti itu terjadi pembicaraan mengenai “Yutori Sedai”, ya :D
[Takeru] “Yutori Sedai” itu, banyak yang salah aspirasi, tapi karena diberikan kelonggaran, jadi ada pemikiran bahwa ‘gunakan kelonggaran itu untuk diri sendiri’, ya. Bagi orang yang memakai kelonggaran itu demi diri sendiri, menurutku handal lho.
[Shou] Benar. Itu memang seperti itu, ya.
[Takeru] Tapi, jaman kita itu, menyatukan berbagai macam hal, menurutku adalah waktu dimana dunia berubah secara signifikan, ya. Yang disebut dengan “Yutori Sedai” juga seperti itu, lalu ponsel yang menyebar dengan cepat, aku merasakan dari pengalaman bahwa nilai dari manusia itu terasa mulai berubah lho. Itu hal yang sangat sangat menakutkan, ya.
[Shou] Memang begitu, ya. Kita juga bukannya tidak tahu tentang jaman yang sama, tapi bagaimana merasakan ataupun mengalami periode diri sendiri itu mulai berubah, ya.
[Takeru] Iya, ya. Apakah itu yg disebut sebagai masa sekolah, karena masih anak-anak, ya. Tiba-tiba, perjanjian yang awalnya diucapkan dari mulut digantikan oleh email, dan karena telah berganti menjadi jaman yang apabila terlambat akan dimaafkan, ya.
—Jaman apabila terlambat akan dimaafkan?
[Takeru] Iya. Waktu tidak ada ponsel, bukankah tidak boleh apabila tidak pergi tepat seperti waktu yang telah dijanjikan. Tapi, karena penyebaran ponsel dan jadi bisa mengirimkan email, ketika mengirimkan email “maaf ya, aku sedikit terlambat”, bisa dibilang itu jadi tidak masalah.
[Shou] Tepat kalau dikatakan seperti itu, ya :D Karena aku juga baru mulai memakai ponsel waktu SMA, dulu waktu sedang menunggu orang yang ada janji dengan kita dan kalau orang itu tidak datang, jadi tidak tahu harus bagaimana, kan :D
[Takeru] Iya, ya! Perubahan seperti itu benar-benar terjadi dalam satuan setengah tahun dengan banyak hal terjadi pada generasi, dan itu menakutkan, ya.
[Shou] Generasi yang merubah lifestyle berdasarkan pengalaman, ya.
[Takeru] Iya. Karena kalau kita berada pada generasi kira-kira di barisan ke-3, secara sempurna akan jadi generasi digitalis, ya! Yang disebut perubahan dunia itu hebat!
[Shou] Tidak lama ini aku ngobrol dengan anak muda dan karena saat mereka bilang tidak tahu tentang “Dragonball” itu seperti teror, ya :D
[Takeru] Ahahaha.
[Shou] Aku pikir, mereka juga tahu tentang “Seint Seiya” atau “Dragonbal” … … :D Apakah tahu tentang “Dragonball” atau tidak tahu itu, apakah saling terlibat dalam pembicaraan atau tidak tidak terlibat mungkin itu 1 kriteria, ya :D
—Jadi, ini itu pun telah 30 menit. Tolong janjikan sesuatu.
[Shou&Takeru] Eeh!? Janji!?
[Takeru] Lagi-lagi, arus yang tiba-tiba, ya :D
[Shou] Tidak mempersiapkan hati, ya :D A, oh iya! Kalau begitu, lain kali, kalau Takeru pergi beli baju atau belanja, aku akan membawakan barang bawaanmu :D
[Takeru] Hee!? Aku tidak akan membuat kamu melakukan itu! Perjanjian seperti itu tidak bisa dilakukan!
[Shou] Tidak, karena bagiku aku tidak bisa kalau tidak pergi belanja hanya sendirian. Sambil melakukan simulasi kita berbelanja, aku ini tipe yang tidak bisa pergi bersama orang.
[Takeru] Ah! Sama denganku! Aku juga kalau tidak berkonsetrasi belanja sendirian itu hal yang mustahil.
[Shou] Iya, kan. Karena itu, karena aku mengerti perasaan itu, bukannya pergi berbelanja bersama-sama, tapi karena ingin melihat barang seperti apa yang dipilih, sebagai asisten pemegang barang bawaan :D
[Takeru] Uwaaa~. Tapi itu perjanjian dengan rintangan yang sangat tinggi… … 
—Jadi, Takeru, berikutnya Shou-kun akan menemanimu berbelanja, ya.
[Takeru] Tidak, itu aneh, kan!
[Shou] Ahahaha. Tolong katakan itu sebagai kesimpulan dalam bahasa Takeru :D
[Takeru] Tidak tidak tidak :D Hari ini benar-benar terima kasih!
[Shou] Sama-sama. Menyenangkan. Lain kali kita pergi makan bersama, ya. Terima kasih.
~owari
Translate by @Alice9_INA

[TRANSLATION] [IDN] PSP 1800 Vol.02 Shou (Alice Nine) x Takeru (SuG)

Dua orang yang sama sekali beda tipe….

—Ini adalah proyek obrolan bebas yg diberikan selama 30 menit. Vol.1 yaitu Ruki (the GazettE) dan Shou (Alice Nine) yang waktu itu Shou terlihat grogi karena itu obrolan pertama dengan senior.

[Shou] Waktu itu, ya :D Tidak, ternyata grogi lho. Karena dia senior.

[Takeru] Iya, ya. Aku sungguh mengidolakan RUKI-san, orang yang ingin aku ajak ngobrol kalau bertemu tapi, menakutkan tidak?

[Shou] Tidak, dia sangat terbuka, dan orang yg sungguh baik. Walaupun aku yang seorang junior berbicara seperti ini, benar-benar orang yang memiliki sikap manis. Ternyata walaupun dibesarkan dalam struktur kehidupan sosial secara vertikal, itu adalah hal yang tidak kubanggakan.

[Takeru] Iya. Begitu ya. Aku mengerti.

—Walaupun ada di kantor yg sama, tapi kesempatan bertemu hampir tidak ada, ya.

[Shou] Tidak ada, ya. Walaupun terlibat dalam ivent yang sama, tapi karena tidak ada waktu untuk mengobrol, ya.

—Dengan kata lain, ini adalah kesempatan bagi Shou-kun mengobrol dengan Takeru-kun.

[Takeru] Terima kasih! Aku senang!

[Shou] Aku juga. Menurutku, kau adalah orang yang sepertinya menarik. Selalu, aku berpikir mencoba untuk mengobrol dengan selayaknya. Satu kali di majalah, walaupun pernah ngobrol bertiga bersama dengan Shin (ViViD), aku tidak mengenal Takeru lebih dari itu. Aku pikir, ingin mengenalnya lebih dalam.

[Takeru] Tapi, di kantor hanya bisa menerima ajakan makan dan bersama-sama makan di luar dari senior, Shou-san!

[Shou] Ah, memang begitu ya. Aku yang dulu, kalau diundang, aku pasti akan datang :D Tapi, karena masih banyak bagian yang masih asing, hari ini aku ingin berbicara pelan-pelan.

[Takeru] Tentu saja! Mohon bantuannya!

[Shou] Aku ini suka dengan sejarah. Takeru itu kalau dimisalkan sebagai manusia sejarah, aku pikir sama tidak ya seperti Oda Nobunaga. Kalau 項羽 (dibaca: *Kou’u) dan 劉邦 (dibaca: *Ryuuhou), Takeru itu akan menarik mundur bawahannya secara paksa, kira-kira tipe yg memiliki kemampuan setingkat dengan Kao’u tidak ya. Kalau Ryuuhou, tidak memiliki kemampuan, tapi dia tipe yang dikaruniai oleh bawahan, ya. Karena aku sendiri berpikiran bahwa aku ini tipe orang yg terakhir kusebutkan tadi.  Walaupun aku berpikir, mungkinkah antara aku dan Takeru itu memiliki sifat yang sama sekali berlawanan. Bagaimana? Aku ini tipe yang melihat dulu pergerakan lawan bicara, tapi Takeru itu memiliki karisma, dan juga mungkin tipe yang dominan.

*Kou’u: (dalam bahasa Cina: Xiang Yu) (232SM-202SM) Tokoh pada masa dinasti Qin yg sangat pandai dalam strategi perang.

*Ryuuhou: (dalam bahasa Cina: Liu Bang (Hanzi)) (247SM-195SM) adalah pendiri dan kaisar pertama Dinasti Han, memerintah cina dari 202 SM hingga 195 SM.

Sumber: wikipedia

[Takeru] Bagaimana, ya? Aku sendiri juga kurang mengerti, tetapi aku pikir secara intuisi lebih dari sekedar manusia, ya. Karena aku terlalu bodoh dalam cara mengungkapkan sesuatu, pada akhirnya bisa dibilang aku menunjukkan diriku. Seperti itu rasanya.

[Shou] Aku sendiri dulu pintar dalam hal mengungkapkan sesuatu, ya. Waktu masih kecil, aku terlalu banyak bertanya tentang raut wajah orang, ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan pintar, ya. Karena itu, aku selalu berpikir “bagaimana cara mengungkapkan perasaan ini?”, aku banyak membaca buku, lho. Itu juga, walaupun aku ingin mengungkapkan pemikiranku pada lawan bicara dengan cara yang pintar.

[Takeshi] Begitu, ya. Aku disebut tidak begitu pintar untuk mengungkapkan, atau disebut tidak mengungkapkan. Tapi, kalau melihat dari lirik lagu, baik Shou-san dan aku itu, cara menangkap sesuatu maupun cara mengekspresikan itu benar-benar berbeda, ya. Kalau lirik Shou-san itu, benar-benar seperti luar angkasa, banyak yg memiliki inti cerita bahwa itu bukan berada di dunia nyata, kan. Tapi, kalau aku lebih pada yang disebut kenyataan. Tadi, walaupun menyebutkan mengenai sifat yang berlawanan, kemungkinan, bahkan di kantor ini pun kami band yg tipenya berbeda, ya. Tipe band memang sangat berbeda-beda, tetapi lirik lagu RUKI-san itu realistik, kan. Pada prakteknya, banyak juga lirik yg ditulis langsung berdasarkan pada hal yang telah terjadi. Bagiku, walaupun banyak hal yg ingin kutulis yang dekat dengan perasaanku, tetapi lirik yang ditulis Shou-san itu hal yang tidak bisa kutulis, dan aku merasa itu hal yang berbeda dengan kepekaanku. Aku berpikir, Alice Nine cocok dengan lirik seperti itu. Dibilang liriknya tidak terlalu banyak deskripsi. Lagu Alice Nine itu, kalau dimisalkan sebagai film menurutku terlihat seperti film Perancis. Walaupun tidak bisa melihat seluruhnya, bisa dibilang dapat dilihat dari fragmentnya.

[Shou] Begitu, ya. Mungkin seperti itu, ya. Di luar dugaan kamu dapat melihatnya ya, tentang kita :D

[Takeru] Aku melihatnya lho! Karena setiap kali ada rilisan baru, aku selalu mendengarkannya! Aku ini selalu mendengarkan lagu dari senior di kantor ataupun lagu dari junior, lho. Aku juga melihat music video (MV) dari semua band.

[Shou] Takeru itu rakus dalam banyak hal, ya.

[Takeru] Tidak, itu menakutkan. Kalau tidak memasang antena, tidak akan bisa menangkap apapun. Takut. Aku ini pengecut.

[Shou] Pengecut, ya?

[Takeru] Iya. Sangat.

—Walaupun kalau dilihat dari dekat tidak terlihat seperti itu, ya. Tapi, di luar dugaan seperti itu, ya.

[Takeru] Iya. Sangat :D Tapi, agar kepengecutan tidak terlihat, aku selalu berusaha menampakkan wibawa karena untuk menunjukkan kepercayaan diri :D

[Shou] Begitu. Hebat, ya.

[Takeru] Di dalam diriku selalu, “dalam one man ini, aku ingin membawa diriku sampai sini” atau “dalam single ini, aku ingin membawa diriku sampai sini” itu yang aku tandai, menghadapi hal itu bisa berusaha tetapi, aku tidak bisa mencapai tanda itu satu kali pun. Karena itu aku berpikir untuk bisa melanjutkan nge-band. Sekarang aku mendapat perkataan ‘rakus’, aku pikir pengecut juga ada. Selalu, “kalau begini baik tidak, ya?” “bagaimana caranya pergi sampai sini, ya?” dan yang kupikirkan adalah, “sudah pergi sampai sini kalau tidak seperti ini tidak boleh, ya” “kalau tidak tuntas tidak bisa sampai ke sana, bagaimana ya … …” itu kepengecutan yang ada, tetapi aku pikir ada juga bagian yang terlihat sebagai kerakusan.

[Shou] Benar begitu, ya. Bagiku, ‘orang yang dapat berjalan sendiri itu, bagaimana dia bersuara di dalam dunia ini?’ yang seperti itu disebut karena menjalani band itu seperti mencoba. Walaupun tidak terasa seperti Takeru, sikap seperti Takeru ini sangat bisa kuhormati, lho. Karena dalam diriku tidak memiliki hal itu.

[Takeru] Tapi, karena manusia, walaupun dibilang berlebihan berpikir, ya… … Ini juga dalam sifat … ….

Pernjanjian di luar dugaan yang … …

—Dari Takeru, Shou-kun itu terlihat bagaimana?

[Takeru] Kalau bukan pandangan dari sebagai junior, tetapi perkataan dari pendengar boleh tidak? Kalau ada yang tidak berkenan, aku minta maaf.

[Shou] Tidak tidak, tidak apa-apa kok :D

[Takeru] Shou-san, dalam pengandaian tadi, “tidak memiliki kemampuan, tetapi tipe yang dikaruniai oleh bawahan” tadi bilang tentang hal ini, tapi dari pandanganku, Shou-san itu masif dan kesannya menjaga band. Di sini, akhir-akhir ini, dulu bahkan sebelumnya hal itu sungguh kuat terasa. Aku pertama kali mendengarkan Alice Nine itu waktu “Kasou Musou Shi” (mini album yang rilis Novenber 2005). Waktu itu, aku datang ke toko CD, mendengarkan cuplikan lagunya, lalu membelinya.

[Shou] Ah, terima kasih :D

[Takeru] Ahahaha. Tidak tidak, aku juga telah merepotkan :D Waktu itu, tentu saja komposisi lagu, secara netral, memiliki ketertarikan pada konsep perpaduan antara style Barat dan style Jepang. Sejak saat itu, walaupun warna dari bandnya berubah, aku berpikir bahwa itu menarik. Dilihat-lihat, benar-benar dapat menjadi stimulus, ya. Aku, walaupun berpikir band itu seperti makhluk hidup, ‘ternyata memang band yang hidup, ya’ itu yang kupikirkan. Di dalamnya, Shou-san itu melihat band secara keseluruhan, masif dan tampaknya sedang menangani rencana. Yang seperti itu, maaf, aku sudah mengatakan hal yang tidak sopan.

[Shou] Tidak tidak, aku benar-benar senang kok. Hanya saja aku tidak berpikir sampai mendapat lebih dari kata pujian, aku senang mendengar pendapat yang jujur kok. Ngomong-ngomong soal ini, kali sebelumnya, aku,  walaupun secara keseluruhan telah dikalahkan oleh pujian tentang the GazettE-san :D Tapi, aku berkata sesuai dengan pemikiranku yang sebenarnya mengenai the GazettE-san. Walaupun kalau memberikan pujian langsung di depan orangnya secara langsung itu memalukan, karena kupikir the GazettE-san itu memang band yang juga sangat keren, walaupun sudah kukatakan, ya. Aku juga bukan orang yang bisa berbohong. Karena kalau menurutku itu memang tidak keren, aku tidak akan mengatakan itu keren. Itu bukanlah kebohongan. Karena dalam kata-kata Takeru, tidak ada kebohongan, bagus ya. Aku pikir keterus-terangan Takeru yang seperti itu hebat lho.

[Takeru] Terima kasih. Terlalu berterus-terang, walaupun sering diserang :D Juga pernah menggunakan cara bicara yang seakan-akan membuat orang lain gelisah… … Sepertinya aku tidak pintar mengungkapkannya.

[Shou] Karena tingkatan keterus-terangan itu berbenturan dengan orang, juga menjadi target serangan, ya. Dari situ saja, kalau yang lain melihat tentang Takeru, menurutku ada juga buktinya. Karena itu hal yang baik lho. Bagiku, karena terasa licin seperti belut, jadi tidak pernah menerima serangan, ya :D

[Takeru] Ahahaha. Begitu ya :D Terima kasih. Aku senang bisa mendapatkan kata-kata yang lembut. Tadi, Shou-san mengatakan kalau sejak dulu sering membaca buku. Buku seperti apa yang Shou-san baca?

[Shou] Seperti Agatha Christie dan mungkin masih banyak lagi. Disebut lari dari dunia nyata. Aku suka dengan dunia liar. Lalu, aku mungkin juga sering membaca *Edogawa Ranpo juga *Miyazawa Kenji. Aku suka hal-hal abstrak. Aku juga suka misteri ataupun fantasi.

*Edogawa Ranpo adalah sastrawan Jepang yg banyak mengarang tentang novel detektif (1894-1965)

*Miyazawa Kenji (1896-1933) adalah sastrawan Jepang dalam bidang puisi dan literatur untuk anak-anak.

[Takeru] Aku sangat bisa mengerti kesukaan pada Agatha Christie ataupun Edogawa Ranpo. Aku juga sangat menyukai Edogawa Ranpo.

[Shou] Begitu ya. E, eh? Dengan kata lain, aku yang hari ini tidak begitu berusaha mendobrak dari dalam, ya :D

—Itu karena hari ini, tanpa mendobrak pun sudah tidak keras (LOL). Pada dialog sebelumnya, aku bertemu dengan RUKI, “Berikutnya Shou-kun dan Takeru, kan? Beritahu ya, bagaimana Shou-kun setelahnya (LOL)!” berkata begitu dengan penuh minat, lho (LOL)

[Shou] Tidak tidak, yang itu ternyata, ya :D Dengan RUKI-san yang seperti itu terjadi pembicaraan mengenai “Yutori Sedai”, ya :D

[Takeru] “Yutori Sedai” itu, banyak yang salah aspirasi, tapi karena diberikan kelonggaran, jadi ada pemikiran bahwa ‘gunakan kelonggaran itu untuk diri sendiri’, ya. Bagi orang yang memakai kelonggaran itu demi diri sendiri, menurutku handal lho.

[Shou] Benar. Itu memang seperti itu, ya.

[Takeru] Tapi, jaman kita itu, menyatukan berbagai macam hal, menurutku adalah waktu dimana dunia berubah secara signifikan, ya. Yang disebut dengan “Yutori Sedai” juga seperti itu, lalu ponsel yang menyebar dengan cepat, aku merasakan dari pengalaman bahwa nilai dari manusia itu terasa mulai berubah lho. Itu hal yang sangat sangat menakutkan, ya.

[Shou] Memang begitu, ya. Kita juga bukannya tidak tahu tentang jaman yang sama, tapi bagaimana merasakan ataupun mengalami periode diri sendiri itu mulai berubah, ya.

[Takeru] Iya, ya. Apakah itu yg disebut sebagai masa sekolah, karena masih anak-anak, ya. Tiba-tiba, perjanjian yang awalnya diucapkan dari mulut digantikan oleh email, dan karena telah berganti menjadi jaman yang apabila terlambat akan dimaafkan, ya.

—Jaman apabila terlambat akan dimaafkan?

[Takeru] Iya. Waktu tidak ada ponsel, bukankah tidak boleh apabila tidak pergi tepat seperti waktu yang telah dijanjikan. Tapi, karena penyebaran ponsel dan jadi bisa mengirimkan email, ketika mengirimkan email “maaf ya, aku sedikit terlambat”, bisa dibilang itu jadi tidak masalah.

[Shou] Tepat kalau dikatakan seperti itu, ya :D Karena aku juga baru mulai memakai ponsel waktu SMA, dulu waktu sedang menunggu orang yang ada janji dengan kita dan kalau orang itu tidak datang, jadi tidak tahu harus bagaimana, kan :D

[Takeru] Iya, ya! Perubahan seperti itu benar-benar terjadi dalam satuan setengah tahun dengan banyak hal terjadi pada generasi, dan itu menakutkan, ya.

[Shou] Generasi yang merubah lifestyle berdasarkan pengalaman, ya.

[Takeru] Iya. Karena kalau kita berada pada generasi kira-kira di barisan ke-3, secara sempurna akan jadi generasi digitalis, ya! Yang disebut perubahan dunia itu hebat!

[Shou] Tidak lama ini aku ngobrol dengan anak muda dan karena saat mereka bilang tidak tahu tentang “Dragonball” itu seperti teror, ya :D

[Takeru] Ahahaha.

[Shou] Aku pikir, mereka juga tahu tentang “Seint Seiya” atau “Dragonbal” … … :D Apakah tahu tentang “Dragonball” atau tidak tahu itu, apakah saling terlibat dalam pembicaraan atau tidak tidak terlibat mungkin itu 1 kriteria, ya :D

—Jadi, ini itu pun telah 30 menit. Tolong janjikan sesuatu.

[Shou&Takeru] Eeh!? Janji!?

[Takeru] Lagi-lagi, arus yang tiba-tiba, ya :D

[Shou] Tidak mempersiapkan hati, ya :D A, oh iya! Kalau begitu, lain kali, kalau Takeru pergi beli baju atau belanja, aku akan membawakan barang bawaanmu :D

[Takeru] Hee!? Aku tidak akan membuat kamu melakukan itu! Perjanjian seperti itu tidak bisa dilakukan!

[Shou] Tidak, karena bagiku aku tidak bisa kalau tidak pergi belanja hanya sendirian. Sambil melakukan simulasi kita berbelanja, aku ini tipe yang tidak bisa pergi bersama orang.

[Takeru] Ah! Sama denganku! Aku juga kalau tidak berkonsetrasi belanja sendirian itu hal yang mustahil.

[Shou] Iya, kan. Karena itu, karena aku mengerti perasaan itu, bukannya pergi berbelanja bersama-sama, tapi karena ingin melihat barang seperti apa yang dipilih, sebagai asisten pemegang barang bawaan :D

[Takeru] Uwaaa~. Tapi itu perjanjian dengan rintangan yang sangat tinggi… … 

—Jadi, Takeru, berikutnya Shou-kun akan menemanimu berbelanja, ya.

[Takeru] Tidak, itu aneh, kan!

[Shou] Ahahaha. Tolong katakan itu sebagai kesimpulan dalam bahasa Takeru :D

[Takeru] Tidak tidak tidak :D Hari ini benar-benar terima kasih!

[Shou] Sama-sama. Menyenangkan. Lain kali kita pergi makan bersama, ya. Terima kasih.

~owari

Translate by @Alice9_INA